Tuesday, January 3, 2012

indahnya indonesiaku








Lombok adalah sebuah pulau yang sangat unik. Ia terletak di antara Pulau Bali dan Sumbawa dan berada di alur bagian dari garis Wallacea yang sangat termashur. Masyarakatnya sangat agamis dengan ciri keislaman yang kuat. Di Lombok anda dapat saksikan budaya campuran dari Jawa Kuno, Bali dan Sasak. Sangat benar fakta yang menyebutkan bawa di Bali kita tidak dapat melihat Lombok, tetapi di Lombok kita dapat melihat Bali.




Lombok dikenal juga dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Kesenian dan tradisi masyarakat Sasak berbaur sangat harmonis dengan budaya etnis lain. Delapan puluh persen suku-suku bangsa Indonesia ada terwakili di Lombok. Kemajemukan masyarakat tersebut adalah suatu karunia Tuhan yang tiada tara. Dari segi jumlah secara Nasional, masyarakat Sasak menempati urutan ketiga dari segi jumlah, yakni di bawah suku Jawa dan Melayu.




Potensi alam dan keragaman panorama, membuat Lombok sebagai daerah tujuan wisata yang diperhitungkan. Ada air terjun Sendang Gila Desa Senaru, yang diyakini oleh sebagian warga dapat mengobati penyakit reumatik dan membuat awet muda. Puncak Gunung Rinjani yang memiliki danau Segara Anak yang memiliki air kalak (panas). Dan di Rinjani anda dapat menyaksikan panorama alam yang cukup indah disamping anda bisa memasuki bebera goa seperti Goa Susu, Goa Taman dan Pemandian Umar Maya.




Dan untuk menuju Rinjani dan Segara Anak ada dua jalur pendakian yang terkenal yaitu jalur Sembalun-Lombok Timur dan jalur Senaru-Lombok Utara. Dan dua jalur pendakian ini, para guide siap mengantar anda sampai ke tujuan. Dan bila pulang melalui jalur Senaru, anda jangan lupa mampir di Rumah Adat Karang Bajo, Masjid Kuno Bayan dan membeli oleh-oleh kain tenunan Bayan.




Selain wisata Air Terjun dan Rinjani, di Lombok juga anda dapat mengunjungi Pantai Senggigi dan Kuta yang aduhai, serta keramahan masyarakatnya, menjadikan Lombok ibarat Pulau sorga yang tersisa di dunia. Adakah yang lainnya lagi? Banyak dan nyata dilihat, dirasakan dan dinikmati. Untuk itu, bukan sebuah ajakan kosong, jika kami mengundang anda untuk membuktikan cerita kami.




Jika di dunia ini hanya lima Paradise, maka Lombok adalah salah satunya. Kalau di dunia terdapat tiga pulau Dewa-Dewi, maka Lombok adalah salah satunya. Sekali lagi, membuktikan cerita kami tidak cukup dengan membaca dan menonton dari pulau seberang. Hadirnya anda bersatu dengan keramahan Lombok, akan menjadi jawaban atas keraguan anda. Akhirnya kami harus sampaikan, kami tak mungkin menyebutkan satu persatu kelebihan Lombok. Namun yang jelas bahwa Pulau Lombok adalah salah satu tempat nyaman yang masih tersisa di dunia.

hancur lebur indonesiaku

Bukan nya bersikap seolah-olah tidak ada suatu yang baik di Indonesia tercinta ini, tetapi saya sebagai orang awam tentu akan berpendapat seperti ini. Bahwa Indonesia ini sudah sangat kronis dan mungkin di ambang kehancuran. Bukan karena bencana alam yang terus-menerus terjadi, tetapi faktor apa yang menyebabkan ini?
Mulai dari alam yang tidak bersahabat. Bencana banjir bandang yang terjadi di wasior, banjir yang menggenang di Jakarta yang disebut-sebut akan menenggelamkan jakarta, lumpur lapindo yang belum berhenti mengeluarkan laharnya, cuaca yang sangat panah disertai dengan hujan badai dan masih banyak lagi. Kenapa masyarakat Indonesia tidak kritis dengan hal ini, apa mungkin masih banyak penduduk yang kurang mendapat pengetahuan betapa pentingnya menjaga alam, atau apakah pemerintah yang dengan sengaja menutup-nutupi hal ini dan memperbodoh masyarakatnya sendiri. Masyarakat sekarang ini cenderung acuh tak acuh dengan keadaan ini atau mungkin pasrah karena pemerintah juga berlaku sama. Berapa banyak polusi yang ditimbulkan oleh pabrik-pabrik dan masyarakat luas yang berlomba-lomba memiliki kendaraan pribadi yang cenderung meningkatkan konsumsi bahan bakar yang kian menipis, yang membuat udara begitu penuh akan asap kendaraan bermotor. Ini akan meningkatkan suhu dipermukaan bumi.




Masalah sara yang akhir-akhir ini terjadi, akibat ego masing-masing pihak yang tidak lagi bisa menghargai dan menghormati orang lain. Otak mereka penuh akan hal-hal negatif akan orang lain. Sedikit saja permasalahan yang timbul, menimbulkan pertengkaraan yang hebat dan luas. Lihat saja kerusuhan Ambon yang katanya bermula perselisihan seorang preman dengan preman lain yang berbeda agama. Kerusuhan di Poso, Kerusuhan Tarakan, teror yang melarang orang lain untuk beribadah, tawuran yang selalu terjadi di Jakarta, dan dibeberapa daerah lainnya. 
Infrastruktur yang tidak mampu dibangun dengan baik. Seperti yang terjadi di Jakarta beberapa waktu yang lalu, ablesnya beberapa jalan di Jakarta. Kemudian yang sering terjadi disekitar kita, jalanan yang begitu mudahnya hancur dengan rintikan hujan. Proyek-proyek yang ditenderkan begitu tinggi, namun kualitas yang sangat murahan. Mungkinkah mereka-mereka yang memegang proyek ini lebih mementingkan perut mereka, dari pada memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. 
Masih banyaknya masyarakat yang miskin di negeri ini. Negara ini bukan negara yang miskin dan sangat tidak mungkin menjadi miskin, karena dari pajak saja Pemerintah sanggup mengumpulkan ribuan trilyun setahun, apalagi dari sumber daya alam yang begitu sangat melimpah. Negara manakah di bumi ini yang sekaya Indonesia?? Mungkin tidak ada. Tetapi kenapa pemerintah memperbodoh rakyatnya sendiri dengan mengatakan negara ini masih krisis? Seandainya saja 1000 trilyun itu (dari Pajak saja) dibagi-bagikan kepada seluruh rakyat Indonesia, masing-masing akan mendapatkan sekitar 4,5 juta rupiah. Mustahil jika ada yang masih miskin. Tetapi pada kenyataannya Anggaran Belanja Negara yang disusun anggota dewan yang “terhormat” di Senayan sana, banyak yang masuk ke kantong-kantong konglomerat itu, birokrat yang mata duitan itu, dan mungkin juga uangnya banyak yang lari keluar negeri. Contoh saja: Skandal BLBI, Skandal Century, itu yang tercium oleh publik, bagaimana dengan kasus yang tidak diketahui masyarakat? Ini ibaratnya fenomena gunung es, yang terlihat hanya sedikit, tetapi sangat banyak yang tak terlihat.
Bagaimana Indonesia sangat dilecehkan oleh negara asing. Sebut saja Malaysia yang begitu merendahkan Indonesia, bagaimana kekayaan alam dan budaya kita dirampas oleh Malaysia. Mungkin Malaysia sangat iri dengan kekayaan kita, sekaligus kasihan dengan Indonesia yang tidak mengetahui betapa kayanya negeri ini. Kasus penangkapan petugas kelautan oleh Polis Diraja Malaysia semakin menunjukkan arogansi Malaysia terhadap Indonesia. Yang paling menyedihkan adalah sikap pemerintah yang lembut. Pemerintah menunjukkan betapa menghambanya Indonesia kepada Malaysia. Kasihan….
Selain budaya leluhur dan kekayaan alam, apa hal yang dapat membuat Indonesia lebih terhormat di mata Internasional??? Soal Olahraga?oh mustahil… Badminton yang selalu kita kuasai akhirnya dikuasai China. Sepakbola? Oh, ini seperti acara komedi, PSSI sudah begitu banyak menghabiskan anggaran, latihan sana-sini, gonta-ganti pelatih, sampai mendatangkan Tim Uruguay untuk berlaga melawan Timnas yang konon menghabiskan 12 Milyar rupiah. Terlalu muluk-muluk, menghabur-hamburkan uang. Pemain Timnas yang sudah berlatih bertahun-tahun, hasilnya dalam hal-hal yang mendasar saja seperti passing saja tidak mampu dikuasai. Apa mereka tidak disiplin atau malas belajar?? Atau apakah salah memilih pelatih?? Atau sistem yang memang amburadul?? Atau mungkin karena kepengurusan PSSI yang dihuni oleh orang-orang yang tidak punya integritas. Ketua PSSI yang pernah menjadi tahanan kasus korupsi. Aduh mau dikemanakan persepakbolaan Indonesia ini.
Dan masih banyak lagi hal-hal yang memprihatinkan di Indonesia, yang saya tidak sanggup ceritakan satu persatu. Dan tentunya kita semua berharap, kan ada seorang pemimpin yang mampu memimpin negeri ini dengan seluruh jiwa raga nya dengan tulus dan menjadi panutan rakyat Indonesia untuk menata kembali Negeri ini.

indonesiaku

Cobalah masing-masing pihak  yang merasa pintar,  merasa ahli dalam ideologi untuk berhenti dan berpikir sejenak saja untuk menjaga agar  kondisi Indonesia ini benar-benar nyaman, ya, nyaman harga bahan pokok tidak naik terus, aman jika berada di gedung atau kantor tidak ada ancaman bom, aman dari rasa was-was seakan-akan orang di samping kiri kita adalah penjahat yang ingin merampok atau mencopet barang milik kita.
Kepada teman-teman yang dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau mereka yang ada di DPR sejenak saja untuk menjaga agar kondisi di Indonesia ini aman dan berkosentrasi semuanya untuk rakyat, urat nadi, setitik darah, perkataan yang mengenakan untuk rakyat bukan gondok-gondokan sesama dewan sehingga rakyat yang selalu jadi korban.  Apa faktanya rakyat jadi korban ? Sampai sekarang pedagang nasi mengeluh bahan baku naik terus dan mau jual untungnya sedikit. Tukang tempe dan tahu mengeluh sehingga menjual tahu dan tempe dengan mengecilkan ukurannya.
Cabe, ya, cabe, selalu saja nangkring di harga yang tinggi.
Jadi, bagi mereka yang pinter di politik, akhli ekonomi, cobalah memberikan pemikiran agar negara Indonesia ini  tidak hancur karena ulah sempalan yang berpikirnya untuk diri sendiri.
Sekarang ini SBY seperti dikerjain berjalan sendiri, saya bukan pendukung SBY atau partainya, saya orang netral yang peduli agar Indonesia ini bisa maju rakyatnya.  Penguasa yang merasa lebih hebat dari SBY membiarkan presiden dan wakilnya bekerja sendirian.
Jadi, mereka para pemimpin cobalah untuk duduk bersama membenahi negara ini, karena sekarang  pemimpin antar pemimpin berkelahi saling menyalahkan atau merasa benar sendiri.  Ibarat gajah sama gajah berkelahi di tengahnya rakyat yang selalu berada di tempat kemiskinan, rakyat yang tidak punya duit tidak punya kesempatan untuk kuliah, maklum biayanya tinggi sekali.
Ayo rakyat yang merasa pintar bersatulah untuk memberikan masukan kepada mereka yang merasa pintar mengelola Indonesia ini. Sebab, siapa lagi yang peduli terhadap Indonesia ini selain kita orang Indonesia.

Kekayaan Negara Untuk Siapa?



Ada sesuatu yang tidak bisa dimengerti benar dengan cara berpikir pemerintah indonesia, utamanya dalam menangani krisis ekonomi. Kita tampaknya telah pula mengikuti pola penanganan ekonomi liberalisme-kapitalis, walaupun sebenarnya sudah terbukti bahwa mazhab ekonomi liberalisme-kapitalis itu tidak sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia dan melanggar Konstitusi. Meski sudah terbukti tidak sesuai dan melanggar konstitusi, para pemegang kebijakan moneter kita, seperti Presiden, Meneteri Keuangan, Menko Ekonomi, terus menerus melakukan pelanggaran konstitusi dan mengatakan kepada rakyat betapa keadaan ekonomi kita sudah membaik. Ekonomi siapa yang membaik? Ekonomi rakyat, atau ekonomi penyelenggara negara?

Sebelum lebih lanjut saya akan memberikan sebuah ilustrasi bagaimana negara menangani krisis ketika harga-harga saham jatuh di stock market. Pemerintah memberikan stimulus ekonomi dengan gerak yang sangat cepat sebesar ratusan trilliun rupiah.

Untuk apa uang itu? Untuk berjaga dan menopang harga saham sehingga tidak terjun bebas dan tidak merugikan para pemegang saham dan corporat. Siapakah para pemegang saham dan corporat? Mereka adalah orang-orang berduit yang jumlahnya tidak mencapai 5% dari penduduk negara Indonesia yang berjumlah 250 juta jiwa. Bahkan beberapa di antaranya adalah orang asing. Apakah arti krisis bursa saham bagi 95% rakyat Indonesia yang tidak memiliki saham? 

Sangat kecil, nahkan mungkin tidak ada sama sekali. Pemerintah berdalih lewat Sri Mulyani mengatakan bahwa apabila kondisi stock market tidak diselamatkan, itu akan membahayakan perekonomian nasional. Padahal, perilaku ekonomi mereka yang berduit ini adalah: mereka sama sekali tidak mencerminkan dukungannya terhadap peningkatan ekonomi lokal, karena mereka lebih banyak membelanjakan uangnya di luar negeri dan lebih banyak membeli produk luar negeri. 

Jadi, perekonomian siapa yang diselamatkan oleh pemerintah?

Baru-baru ini pemerintah menggelontorkan uang sebesar Rp6,7 Trilliun untuk menyelamatkan Bank Century. Lagi-lagi dengan dalih menyelamatkan ekonomi nasional, sementara di pihak lain, pemerintah mencabut subsidi minyak tanah sebesar 100.000 kilo liter (setara dengan Rp700.000.000) untuk keperluan industri open tembakau di Lombok. Alasan pencabutan adalah; pemerintah tidak bisa lagi menanggung subsidi BBM karena harga minyak dunia yang semakin merambat naik dan tidak stabil. Karuan saja para petani tembakau menjadi kalang kabut. Tembakau yang menjadi komoditi andalan petani sudah tertanam, dipanen dan siap diopen. Namun minyak tanah sangat langka. Pemerintah menyodorkan beberapa pilihan; mengganti minyak tanah dengan Batu bara, atau mengganti tanaman tembakau dengan komoditi lain.

Sepintas lalu, ada pilihan dan masalah terselesaikan, karena batu bara jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak tanah. Tetapi kelemahannya banyak sekali. Selain masalah kualitas yang berkurang, warna tembakau menjadi agak kehitaman. Selain itu, itu menimbulkan panas batu bara, dibutuhkan kayu bakar yang banyak. Petani banyak menebang pohon untuk keperluan open tembakau. Dan tentu saja tidak bagus bagi masa depan lingkungan kita, karena keperluan menebang itu tidak disertai dengan kegiatan menanam pohon. Sedangkan opsi kedua, kelihatannya tidak begitu menarik bagi masyarakat petani, karena selain tembakau, tidak ada komoditaspertanian lain yang bisa memberikan keuntungan sebesar tembakau.

Perilaku penyelamatan ekonomi seperti ini banyak terjadi di sub sektor pertanian lainnya. Misalnya dalam hal subsidi pupuk yang semakin dikurangi, tetapi pemerintah tidak membeli gabah dari petani dengan harga pantas. Apabila petani menginginkan harga yang lebih tinggi, maka pemerintah akan mengekspor beras dari Thailand atau negara penghasil beras lainnya dengan alasan menyelamatkan stock pangan nasional. Lantas petani kita mau diapakan? 

Baru-baru ini dalam penjelasannya terhadap pidato nota keuangan Presiden RI tanggal awal Agustus lalu, Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah memberikan subsidi pajak penghasilan sebesar Rp11 trilliun bagi kebijakan ramah investasi. Artinya, pengusaha tidak perlu membayarkan pajak penghasilan bagi para pekerjanya, karena sudah disubsidi emerintah. Bukankan itu artinya, pengusaha sebenarnya bisa menaikkan upah buruh karena kebijakan itu? Tapi sampai tulisan ini diposting, belum ada laporan adanya kenaikan gaji buruh dari para pengusaha kaya itu. Sementara harga-harga terus merambat naik.

Kenaikan yang tidak masuk akal ini juga disebabkan karena pemerintah tidak mengontrol pasar dengan benar. Sebagai bahan perbandingan, di Malaysia, harga sebuah produk itu sama di semua tempat dari bandar (kota) sampai ke kampung-kampung. Tidak ada perbedaan harga satu sen pun. Apabila ada pedagang yang berani menaikkan harga sedikit saja, maka otoritas bisnis Malaysia akan memberikan sanksi yang sangat berat kepada pedagang itu berupa penutupan tempat usaha dan mencabut izin usaha tanpa batas waktu. Kapan kita bisa begitu di Indonesia?

Harga kopi turun di pasaran dari Rp15.000/kg menjadi Rp10.000/kg, tapi harga kopi kemasan cenderung merambat naik. Apa yang salah dengan "penyelenggara ekonomi" negara kita? Mungkin inilah yang disebut dengan ekonomi belah bambu. Mengangkat sebelah pihak dan menginjak pihak yang lain. Celakanya, yang diinjak adalah bagian terbesar bangsa ini.


Ikuti Forum-nya: